5 Tips Mencegah Anak Kecanduan Gadget, Kenalkan Berbagai Kegiatan

Di zaman sekarang, sepenuhnya melarang anak menggunakan gadget tentu juga kurang pas. Apalagi di masa pandemik yang mengharuskan anak belajar secara daring. Namun membiarkan anak terlalu banyak menghabiskan waktu bersama gadget juga gak baik.

Di usia yang masih sangat belia, anak akan kesulitan untuk mengontrol keinginannya menggunakan gadget. Akibatnya, dia bisa kecanduan gadget. Salah satu tandanya ialah anak menjadi sangat emosional bila dipisahkan sebentar saja dari gadgetnya. Untuk mencegahnya, terapkan lima tips berikut ini.

1. Batasi waktu penggunaannya

Kalau tidak dibatasi, tentu anak akan terus memainkannya. Gadget terasa sangat mengasyikkan baginya. Tinggal sentuh, muncul ini itu. Ini seperti kotak ajaib, tempat segala hal ada. Apalagi bila selalu terhubung dengan internet.

Namun dalam memberikan batasan penggunaan gadget, pahami juga kebutuhan anak. Bila waktunya terlalu terbatas padahal anak juga harus mengerjakan banyak tugas selama sekolah daring, nanti anak malah tertekan dan kesulitan menyelesaikannya.

Nah, jika setiap hari anak telah cukup lama menggunakan gadget untuk keperluan sekolah, mau tidak mau setelah itu ia harus menaruh gadgetnya. Jangan disambung dengan bermain atau mencari hiburan melalui gadget.

Nanti dunianya benar-benar ada di dalam gadget. Jika anak butuh bermain gadget, izinkan saat akhir pekan saja. Itu pun tetap dengan batasan waktu. Misal, satu jam saja dalam sehari.

2. Jelaskan pada anak, baik manfaat gadget maupun bahayanya jika digunakan secara berlebihan

Sulit untuk siapa pun menghindari sesuatu jika tidak tahu bahayanya. Namun tidak bijaksana juga bila hanya menakut-nakuti anak akan bahaya penggunaan gadget. Sebab gadget kan, memang ada manfaatnya dalam kehidupan kita.

Penjelasan yang sama sekali tidak seimbang, hanya tentang bahayanya, malah akan membuat anak otomatis kesal dan merasa diperlakukan gak adil saban melihat orangtua menggunakan gadget. Padahal, orangtua harus menggunakannya untuk bekerja.

Dengan penjelasan yang lengkap, anak jadi lebih paham kapan ia perlu atau tidak perlu menggunakan gadget. Dia akan lebih bisa mengontrol keinginannya sendiri. Sampaikan penjelasan ini semudah mungkin, sesuai usia dan kemampuan anak dalam memahami.

3. Orangtua, saudara, atau pengasuhnya wajib menemani anak bermain

Salah satu hal yang membuat anak mudah lari ke gadget adalah rasa kesepian. Paham sih, orangtua juga pasti sibuk oleh berbagai kegiatan. Kakak-kakaknya juga punya kegiatan masing-masing. Sementara asisten rumah tangga sibuk beres-beres dan memasak.

Namun apakah ini berarti gak ada solusinya? Bagus sekali jika ada seseorang yang khusus bertugas menemani anak bermain. Namun kalaupun gak ada, seluruh anggota keluarga perlu bergantian beraktivitas sehingga bisa bergantian pula dalam menemani anak bermain.

Jangan malah anak sengaja diberi gadget biar gak ‘mengganggu’ orangtua atau anggota keluarga yang lain. Jika sering dilakukan, ini sama saja menjerumuskan anak untuk gak bisa lepas dari gadget.

4. Dorong anak untuk berkegiatan positif bersama teman sebaya

Salah satu akibat dari kecanduan gadget adalah sulitnya anak bersosialisasi dengan teman-temannya. Ia akan selalu menyendiri dan lebih suka berkawan gadget daripada manusia.

Sebaliknya, bila anak sudah terlebih dahulu mengenal berbagai kegiatan positif yang bisa dilakukan bersama teman-teman sebaya, ini bisa mengurangi kemungkinan ia kecanduan gadget. Sebab anak-anak pada dasarnya senang melakukan kegiatan yang cukup mengeluarkan tenaga.

Seperti bermain atau berolahraga di luar rumah juga mengeksplorasi lingkungan dengan bercocok tanam, mencari serangga, dan sebagainya. Bukan diam terus di dalam rumah. Maka manfaatkan dorongan alami anak ini agar ia tak telanjur lebih menyukai gadget ketimbang yang lain.

5. Kenalkan anak pada kegiatan membaca buku cetak sejak dini dan sediakan cukup mainan

Tentu saja ada kalanya anak benar-benar harus berada di dalam rumah dan gak ada yang bisa menemaninya bermain. Apakah ini sesuatu yang sangat buruk? Tentu saja tidak, sebab bisa menjadi waktu yang tepat untuk anak belajar lebih mandiri dalam berkegiatan.

Namun agar anak tak lantas beralih ke gadget sebagai sumber hiburan instan, orangtua perlu sejak dini memperkenalkan berbagai hiburan yang juga edukatif untuk anak. Seperti membaca buku cetak. Untuk anak, membaca buku cetak jelas lebih nyaman daripada buku digital.

Apalagi dengan adanya pop-up book. Ini akan membuat kegiatan membaca anak lebih mengasyikkan. Selain buku, orangtua juga perlu menyediakan cukup mainan seperti boneka, balok-balok, dan sebagainya. Jangan semua mainannya malah ada di dalam gadget, ya!

Mencegah anak terlalu menyukai gadget masih jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan mengatasi anak yang telanjur kecanduan gadget. Sedikit lebih bersabar dalam mendampingi anak akan mengamankannya dari bahaya besar.

Sumber:IDN Times

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *