10 Manfaat Daun Bawang bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui, Kurangi Kolesterol Jahat

Merdeka.com – Daun bawang prei yang kerap digunakan di berbagai masakan ternyata memiliki segudang manfaat yang jarang diketahui orang. Lebih dikenal sebagai penyedap aroma dan rasa, daun prei kerap hadir pada masakan berkuah santan maupun hanya untuk tambahan telur goreng. Baunya yang khas seperti bawang-bawangan membuatnya menjadi pilihan tepat untuk bumbu masakan.

Bawang prei yang memiliki nama ilmiah Allium porrum, berasal dari Asia Tengah, dan dibudidayakan di berbagai belahan dunia seperti negara-negara Asia Barat dan Mediterania.
Sayuran ini telah dibudidayakan sejak zaman Mesir Kuno. Orang Mesir dan Romawi menggunakannya dalam masakan mereka selama pesta besar.

Daun Bawang

sarat dengan fitonutrien, nutrisi, dan kalori rendah. Karena sifat pencahar, antiseptik, antibakteri, diuretik dan antispasmodik, daun bawang membantu mencegah dan mengobati berbagai masalah kesehatan. Daun bawang menyediakan banyak nutrisi dan mineral dengan harga yang sangat terjangkau.

Berikut manfaat daun bawang bagi kesehatan yang jarang diketahui dilansir dari Health Benefit Times:

1. Mencegah Kanker

Manfaat daun bawang yang pertama adalah dapat mencegah kanker dan menurunkan resikonya. Insulin yang ditemukan dalam daun bawang bertindak sebagai komponen pelindung kanker.

Studi menunjukkan bahwa itu juga mencegah mutasi DNA yang menjadi penyebab terbentuknya kanker. Asupan daun bawang setiap hari membantu mengurangi risiko kanker prostat.

Senyawa bioaktif bernama diallyl trisulfide membasmi pertumbuhan sel tumor dan melarang pembentukan pembuluh darah di dalam tumor yang ada. Daun bawang memiliki allicin yang menetralkan perkembangan radikal bebas di dalam tubuh. Rendahnya radikal bebas dalam tubuh berkaitan dengan rendahnya risiko kanker.

Kaempferl dalam daun bawang juga merupakan antioksidan yang memberikan aktivitas antimikroba, anti-inflamasi, antioksidan, anti-osteoporotik, antidiabetes, kardioprotektif, estrogenik / antiestrogenik, anti alergi, anxiolytic, neuroprotektif, antikanker dan analgesik yang membantu meredakan stres oksidatif dalam darah.

Konsumsi Kaempferl mengurangi kemungkinan kanker kolorektal dan kanker lambung. Ini mencegah kerusakan lapisan pembuluh darah dengan menurunkan kekakuan, melemaskan pembuluh darah dan melebar dengan pelepasan oksida nitrat.

2. Mencegah Penyakit Jantung

Manfaat daun bawang berikutnya yaitu dapat mencegah penyakit jantung. Flavonoid yang ditemukan dalam daun bawang membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Flavonoid berdampak positif pada fungsi vaskular, tekanan darah, dan kadar lipid serum. Itu karena kaempferol yang ditemukan pada daun bawang.

Vitamin B (folat) juga ditemukan dalam jumlah tinggi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Ini menurunkan kadar homosistein dalam darah yang terkait dengan kemungkinan stroke dan serangan jantung. Inilah sebabnya mengapa kekurangan folat berbahaya bagi jantung.

Polifenol melindungi sel dan pembuluh darah dari kerusakan oksidatif sehingga mencegah kondisi kardiovaskular. Semua fakta dan penelitian ini menunjukkan bahwa daun bawang harus ditambahkan ke makanan untuk mencegah penyakit pembuluh darah perifer, stroke, dan penyakit jantung.

3. Kehamilan yang Sehat

Daun bawang memiliki jumlah folat yang cukup yang penting untuk kehamilan yang sehat. Jumlah folat yang tinggi membantu dalam pembelahan sel dan penyerapan DNA. Ini juga mencegah cacat tabung saraf dan keguguran.

Hal ini juga penting selama periode kehamilan 28-31 minggu karena bayi membutuhkan waktu yang cukup untuk berkembang di dalam rahim agar dapat melahirkan dengan sehat dan aman. Daun bawang membantu gerakan usus bayi secara teratur juga. Penambahan daun bawang untuk makanan ibu menyusui mencegah sembelit pada bayi baru lahir.

4. Kadar Kolesterol

Daun bawang mengandung belerang yang mengurangi kolesterol jahat. Allicin menghambat HMG-CoA reduktase yang merupakan enzim spesifik di hati yang bertanggung jawab untuk produksi kolesterol. Fitonutrien: sulfida dan tiol yang ada dalam daun bawang menjaga kadar kolesterol dengan menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

5. Membantu Menurunkan Berat Badan

Daun bawang mengandung kalori rendah yang membuat kenyang tanpa terasa berat di perut. Karena kaya serat, ini membuat kita kenyang untuk waktu yang lama yang membantu mencegah makan pendek. Serat meningkatkan metabolisme yang memungkinkan pembakaran lebih banyak kalori dan menjaga tingkat energi.

Inulin adalah prebiotik yang mengurangi risiko kenaikan berat badan dan obesitas dengan menjaga keanekaragaman dan keseimbangan bakteri usus.

6. Usus sehat

Daun bawang mengandung prebiotik tidak hanya menurunkan kemungkinan terjadinya obesitas tetapi mengelola bakteri yang memungkinkan penyerapan nutrisi dari makanan yang kita makan. Ini memberantas limbah dari tubuh, menghidupkan gerak peristaltik usus dan mengeluarkan cairan pencernaan. Usus yang bocor menyebabkan peradangan sehingga makanan yang kaya serat dapat meredakan peradangan sel.

7. Mencegah Infeksi

Daun bawang menyembuhkan serta mencegah infeksi seperti demam, pilek, flu dan infeksi saluran kemih karena efek antiseptik dan tindakan menenangkannya. Ia mengandung Vitamin A yang berarti yang membantu dalam perkembangan sel darah merah dan putih yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan melawan infeksi.

8. Mengobati Anemia

Rendahnya kadar hemoglobin dan sel darah merah menjadi penyebab anemia karena rendahnya jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Ini menyebabkan tingkat energi yang rendah, kekebalan yang rendah, dan fungsi otak yang buruk. WHO menilai separuh kasus anemia pada 1,62 miliar kasus disebabkan karena kekurangan zat besi dan lainnya disebabkan oleh faktor genetik.

9. Mencegah Stroke

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi, risiko terkena stroke berkurang 42% dibandingkan dengan mereka yang asupannya rendah. Penambahan sayuran dan buah-buahan ke dalam makanan meningkatkan Vitamin C dalam darah.

10. Memerangi Kerusakan Akibat Radikal Bebas

Vitamin C merupakan antioksidan yang mencegah kerusakan akibat radikal bebas, polutan seperti asap, rokok dan bahan kimia beracun. Penumpukan radikal bebas dalam tubuh berkontribusi pada masalah kesehatan seperti radang sendi, penyakit jantung, dan kanker. Selama proses penguraian makanan di dalam tubuh dan saat terpapar tembakau, asap atau radiasi, radikal bebas berkembang di dalam tubuh.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *