9 Motor Royal Enfield Paling Ikonik

Jakarta, CNN Indonesia — Royal Enfield dikenal sebagai produsen sepeda motor asal Inggris sebelum perusahaan ini diambil alih India.

Semasa dipegang Inggris, pionir desain adalah Royal Enfield Bullet yang kini disimpan oleh sejumlah kolektor motor. Namun selain ‘Bullet’, masih banyak model Royal Enfield yang mustahil untuk dilupakan oleh penggemarnya karena mewariskan desain klasik yang syarat dengan perkembangan industri otomotif Inggris.

Motor-motor tersebut ‘hidup’ di masa sebelum dan sesudah Perang Dunia I, atau sebelum jatuh ke tangan India pada tahun 1955. Setidaknya ada sembilan motor seperti dilansir indianautosblog.com.

1. Royal Enfield Model 180 (1913)

Model 180 adalah salah satu motor dengan mesin dua silinder tertua Royal Enfield. Mesin yang digunakan adalah kapasitas 770 cc buatan Jepang. Mesin dengan sistem asupan bahan bakar karburator AMAC ini dilengkapi gearbox transmisi manual dua percepatan. Motor ini menghasilkan tenaga maksimum sebesar sekitar 6 hp.

Motor ini menyediakan tempat duduk untuk penumpang tambahan di samping yang berbahan rotan.

2. Royal Enfield 201 (1914)

201 pertama kali ditunjukkan ke publik pada tahun 1914. Kecamuk Perang Dunia I membuat produksi model ini menjadi terbatas sebelum tahun 1919 atau sesudah perang.

Motor ini ditenagai mesin 225 cc satu silinder dua langkah yang menghasilkan tenaga maksimum sebesar 2,25 hp. Mesin ini dipasangkan dengan gearbox transmisi manual dua percepatan. Enfield 201 memiliki pemindah posisi gigi transmisi di sebelah kiri pengendara dan tambahan side car layaknya Model 180.

3. Royal Enfield Model 140 (1913)

Model 140 diperkenalkan ke publik pada tahun 1913. Mesin V2 425 cc dua langkah yang tersimpan pada kuda besi ini menghasilkan daya maksimum sebesar 3 hp. Untuk transmisi, Model 140 menggunakan gearbox dua percepatan.

4. Royal Enfield WD/RE Flying Flea (1939)

WD/RE dikenal dengan julukan “kutu terbang”. Istilah ini muncul karena ketika komunikasi via radio tidak dapat dilakukan, motor ini banyak dipakai untuk menyampaikan pesan antara pasukan di darat.

Si kutu terbang dirancang berdasarkan model DKW RT100 buatan Jerman, tapi menggunakan mesin satu silinder berkapasitas 125 cc dua langkah yang mampu menyemburkan daya maksimum 3,5 hp pada rpm 4.500. Dapur pacu ini dikencani dengan gearbox empat percepatan.

WD/RE dapat dikendarai hingga kecepatan hingga 72,5 kilometer per jam.

5. Royal Enfield Model K (1933)

Royal Enfield memperkenalkan Model K pada masa keemasan perusahaan tersebut. Model ini merupakan andalan Enfield sebelum statusnya digantikan oleh Model KX 1140 yang diluncurkan 3 tahun setelahnya.

Model K menggendong mesin 976 cc V-twin dua langkah. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi manual empat percepatan yang dioperasikan menggunakan tuas terletak di sebelah kanan tangki bensin.

6. Royal Enfield Model KX (1937)

Tahun 1930-an banyak dianggap sebagai masa keemasan Royal Enfield. Khususnya setelah mereka banyak menghasilkan motor berkapasitas mesin antara 225-976 cc, yang salah satunya adalah Model KX.

Motor ini menandai debutnya pada tahun 1938, meski produksinya sempat harus terhenti pada tahun 1939 akibat meletusnya Perang Dunia II.

Model KX dipersenjatai mesin berkapasitas di atas rata-rata pada masanya, yakni 1.140 cc V-twin dua langkah. Layaknya Model K, motor ini juga dilengkapi transmisi manual empat percepatan yang operasikan dengan tangan.

KX 1140 mampu dipacu hingga 130 km per jam, dan cukup hemat bahan bakar dengan konsumsi 27 km per liter. Seperti pendahulunya, KX 1.140 juga memiliki pilihan model standar dan juga side car.

7. Royal Enfield WD/CO (1939)

Motor ringan bermesin 346 cc ini pertama kali dikenalkan pada masa Perang Dunia II. WD/CO diproduksi dengan spesifikasi khusus perang untuk memenuhi tingginya permintaan saat itu, dan disesuaikan untuk kegunaan para tentara sehari-hari.

WD/CO menggunakan mesin satu silinder dua langkah dengan disandingi gearbox empat percepatan. Motor ini memiliki berat 134 kg, dan dapat melaju hingga 113 km per jam dengan konsumsi bahan bakar 42,5km per liter.

8. Royal Enfield Model J 499 cc (1946)

Salah satu motor lain yang muncul di era keemasan Royal Enfield. J 499cc menggendong mesin satu silinder dengan katup satu sisi yang dipasangi oleh gearbox empat percepatan yang perpindahannya dioperasikan melalui kaki. Proses pembakaran pada mesin sudah disempurnakan menggunakan koil.

9. Royal Enfield 500 Twin (1948-1958)

500 Twin merupakan model dua silinder pertama yang dibuat Royal Enfield setelah berakhirnya Perang Dunia II. Motor ini dilengkapi suspensi depan teleskopik dan lengan ayun yang menyambungkan rangka dengan roda belakang.

500 Twin menggunakan mesin 496 cc dua silinder yang dipadupadankan dengan gearbox empat percepatan. Klaim perusahaan, motor ini mampu melesat hingga kecepatan 138 km per jam.

Banyak orang menyangka ini Royal Enfield Bullet, karena memang banyak berbagi aksesori sebagai pemanis tampilan.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *