Daftar Negara di Eropa yang Cabut Aturan Wajib Masker

Kabar baik COVID-19 datang dari Eropa. Dengan adanya tren penurunan kasus di banyak negara, pemerintah setempat memutuskan untuk mencabut aturan kewajiban masker di ruang terbuka.ADVERTISEMENThttps://34f23e6f370aa4d005b46779b50dc79f.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html?n=0

Kurang lebih ada enam negara yang sudah mencabut aturan wajib masker di luar ruangan. Keenam negara ini berhasil melawan gelombang ketiga pandemi corona yang mengadang Eropa pada awal tahun 2021 ini.

Mereka berhasil menangani COVID-19 dengan memberlakukan lockdown ketat dan laju vaksinasi yang memadai.

Kebijakan tegas itu menjadi hadiah menawan bagi warga Eropa jelang musim panas tahun ini. Mereka tak perlu lagi bermasker di ruang terbuka.

Berikut daftar negara Eropa yang mencabut aturan masker:

Italia

Italia akan segera mencabut kebijakan wajib masker di ruang terbuka mulai Senin (28/6) mendatang. Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza, pada Senin (21/6) malam lewat cuitan di akun Twitter.ADVERTISEMENThttps://34f23e6f370aa4d005b46779b50dc79f.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html?n=0

Dikutip dari AFP, kebijakan itu akan berlaku pada wilayah-wilayah zona putih, yaitu wilayah yang mencatatkan kasus COVID-19 dan jumlah pasien di ICU rumah sakit yang rendah.

Hampir seluruh daerah Italia kini masuk ke zona putih, kecuali satu area, yaitu Aosta Valley di barat laut Italia.

Pemerintah masih mengharuskan penggunaan masker di ruang tertutup, seperti transportasi publik dan di dalam ruangan. Hal ini dikarenakan adanya ancaman penyebaran virus corona varian Delta (varian India).

Pengunjung menggunakan masker saat menyaksikan Venice Carnival di Venesia, Italia. Foto: REUTERS / Manuel Silvestri

Prancis

Prancis merupakan negara di Eropa yang paling terdampak pandemi COVID-19, dengan total kasus mencapai di atas 5 juta infeksi. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, situasi corona di negara tersebut mulai menunjukkan adanya kemajuan.

Dikutip dari Euronews, rata-rata kasus harian Prancis kini berada di angka 3.900. Angka ini merosot jauh jika dibandingkan dengan penambahan 35.000 kasus per hari pada bulan Maret dan April lalu.ADVERTISEMENThttps://34f23e6f370aa4d005b46779b50dc79f.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html?n=0

Melihat perkembangan situasi yang baik, Pemerintah Prancis memutuskan untuk mencabut kewajiban menggunakan masker di ruang terbuka dan menyudahi aturan jam malam 10 hari lebih awal.

Pengunjung mengenakan masker saat berada di Hall of Mirrors di Chateau de Versailles atau Istana Versailles, Prancis, Sabtu (6/6). Foto: REUTERS / Charles Platiau

Pada Kamis (17/6), rakyat Prancis sudah diperbolehkan melepaskan maskernya di publik dan beraktivitas tanpa tertahan jam malam pada Minggu (20/6).

“Penggunaan masker di luar ruangan tak akan diwajibkan, kecuali dalam situasi-situasi tertentu: Ketika orang-orang berkumpul bersama ketika berada di tempat ramai, ketika mengantre, ketika berada di pasar, atau di tribune stadion,” ujar Perdana Menteri Jean Castex pada Rabu (16/6).

Hingga kini, lebih dari 58% dari jumlah populasi orang dewasa Prancis telah divaksinasi setidaknya satu dosis.

Denmark

Denmark sudah perlahan-lahan melonggarkan kebijakan pembatasan kegiatan di publik setelah berhasil mengendalikan laju penularan COVID-19 di negaranya.

Dikutip dari Reuters, Denmark telah berhasil menghindari gelombang ketiga pandemi corona. Kunci dari keberhasilan mereka adalah dengan memberlakukan lockdown ketat di berbagai wilayah sejak Desember lalu.

Sejak Senin (14/6) lalu, penggunaan masker sudah tidak lagi menjadi kewajiban bagi warganya, kecuali di dalam moda transportasi publik.

Bersamaan dengan pelonggaran kebijakan masker, Denmark juga mengizinkan berbagai restoran dan bar untuk memperpanjang jam operasional mereka.

Masyarakat menikmati layanan luar ruangan di kafe, restoran, dan bar yang dibuka kembali di Roskilde, Denmark. Foto: Ritzau Scanpix / Mads Claus Rasmussen via Reuters

“Perkembangan infeksi [COVID-19] berada di level yang stabil, sementara vaksinasi warga Denmark melaju dengan kecepatan yang baik,” ujar Menteri Kehakiman Denmark, Nick Haekkerup, dalam keterangannya.

Sempat terjadi kenaikan kasus sejak Februari hingga Mei, dengan penambahan infeksi harian mencapai di atas 1.000 kasus. Tetapi, sejak awal Juni hingga sekarang, kasus positif merosot menjadi sekitar 200 kasus per hari.

Belanda

Belanda menjadi salah satu negara Eropa yang mengalami penurunan kasus COVID-19 yang signifikan, setelah sempat mencapai puncaknya pada Oktober dan Desember 2020 serta April 2021.

Merespons penurunan kasus ini, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, akan melepaskan kewajiban menggunakan masker bagi warganya, asalkan mereka patuh terhadap aturan jaga jarak sosial.

Kabar tersebut disampaikan oleh Rutte pada Jumat (18/6) lalu. Tak hanya aturan soal masker, kebijakan pembatasan kegiatan lainnya juga akan diperlonggar mulai Sabtu (26/6) mendatang.

“Ini adalah momen spesial. Sering kali saya berdiri di sini untuk mengatakan kepada Anda apa-apa saja yang tak boleh Anda lakukan. Tetapi, sekarang kita bisa berfokus pada apa yang dapat kita lakukan,” ujar Rutte, seperti dikutip dari Reuters.

Restoran rumah kaca di Amsterdam, Belanda. Foto: REUTERS/Eva Plevier

Tak akan ada aturan baru kapasitas orang yang bisa masuk ke pertokoan, bar, dan restoran, dengan syarat harus mematuhi jarak sosial setidaknya 1,5 meter atau dengan menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes corona negatif.ADVERTISEMENT

Meskipun rakyat Belanda akan bisa bebas dari masker, di beberapa tempat di mana mereka tak akan bisa menjaga jarak seperti di bandara atau di transportasi umum, mereka tetap wajib menggunakan masker untuk mencegah penularan virus corona.

Spanyol

Setelah mengalami penurunan kasus serta kemajuan yang baik dalam penanganan COVID-19, Spanyol mengikuti jejak Prancis dalam melonggarkan kebijakan penggunaan masker mulai Sabtu (26/6) mendatang.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Pedro Sanchez di sebuah acara yang berlangsung di Kota Barcelona.

“Akhir pekan ini akan menjadi akhir pekan terakhir di mana kita menggunakan masker di luar ruangan, karena pada akhir pekan mendatang, kita tak akan lagi menggunakannya,” ujar Sanchez pada Jumat (18/6) lalu, dilansir Reuters.ADVERTISEMENT

Kabinetnya akan menyetujui pencabutan kewajiban masker itu pada Kamis (24/6).

Sebelumnya, Spanyol dengan ketat mewajibkan seluruh orang berusia di atas 6 tahun untuk menggunakan masker, dengan pengecualian ketika berolahraga. Peraturan tersebut sudah berlaku sejak musim panas tahun lalu, dalam upaya mencegah semakin luasnya penyebaran virus corona.

Daftar Negara di Eropa yang Cabut Aturan Wajib Masker (5)
Kilian, 6, mengenakan masker saat melompat dari bangku usai pencabutan masa karantina di Igualada, Spanyol. Foto: REUTERS/Nacho Doce

Hongaria

Hongaria merupakan salah satu negara dengan program vaksinasi COVID-19 tercepat di Eropa. Percepatan vaksinasi akhirnya berujung pada penurunan kasus secara signifikan.

Penurunan kasus membuat pemerintah setempat memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker.

Selain membebaskan warganya dari kewajiban bermasker, pembatasan kegiatan ketat juga diperlonggar, seperti diizinkannya perkumpulan hingga 500 orang di ruang terbuka dan penyelenggaraan acara di dalam ruangan, dengan syarat harus membawa tanda bukti vaksinasi.

Daftar Negara di Eropa yang Cabut Aturan Wajib Masker (6)
Penonton saat menyaksikan laga Hongaria melawan Portugal pada pertandingan grup F Euro 2020 di Puskas Arena, Budapest, Hongaria. Foto: Bernadett Szabo/REUTERS

“Ini artinya kita telah berhasil mengalahkan gelombang ketika pandemi,” ujar Perdana Menteri Viktor Orban, seperti dikutip dari Reuters.ADVERTISEMENT

Diketahui, Hongaria merupakan satu-satunya negara di Uni Eropa yang mengizinkan dan menggunakan vaksin Sputnik V milik Rusia dan Sinopharm milik China dalam program vaksinasi mereka, sebelum Badan Pengawas Obat-obatan Eropa memberikan izin darurat bagi kedua vaksin tersebut.

Sumber:CNNIndonesia

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *