Daftar 11 Miliarder Dunia yang Kaya Raya berkat Bitcoin

NEW YORK, KOMPAS.com – Pemegang aset kripto dalam beberapa pekan belakangan tengah tersenyum lebar.

Dilansir dari Forbes, Selasa (9/2/2021), saat ini valuasi dari keseluruhan mata uang kripto telah mencapai 1 triliun dollar AS. Nilai tersebut melonjak 400 persen dibandingkan dengan awal Januari 2020, di mana valuasi mata seluruh mata uang digital baru mencapai 250 miliar dollar AS.

Bitcoin pun pada hari ini menyentuh harga tertinggi di level 48.216 dollar AS atau sekitar Rp 675 triliun (kurs Rp 14.000) di Asia. Sedangkan mata uang kripto pesaing bitcoin, ethereum, juga mencetak rekor harga tertinggi baru, yakni 1.784,85 dollar AS atau sekitar Rp 24,98 juta pada perdagangan pagi ini.

Forbes pun mencatat, setidaknya ada 11 orang miliarder dunia yang salah satu sumber kekayaannya berasal dari aset kripto. Berikut daftarnya:

1. Brian Armstrong, nilai kekayaan 6,5 miliar dollar AS (Rp 91 triliun)

Armstrong merupakan pemilik Coinbase, platform jual-beli mata uang kripto. Coinbase merupakan salah satu platform paling populer, di mana transaksi hariannya mencapai 3 miliar dollar AS.

Armstrong mendirikan Coinbase setelah dirinya sempat bekerja di Deloitte dan Airbnb.https://d-24050591402775193961.ampproject.net/2106182132000/frame.html

Setidaknya, Armstrong memiliki sekitar 20 persen dari saham Coinbase, yang pada Desember lalu mengajukan dokumen untuk melantai di bursa saham setempat atau go-public.

2. Sam Bankman-Fried, nilai kekayaan 4,5 miliar dollar AS (Rp 63 triliun)

Pada usia 28 tahun, Bankman-Fried mengelola aset sebesar 2,5 miliar dollar AS melalui Alameda Research, firma perdagangan kripto kuantitatif yang ia dirikan pada tahun 2017 lalu.

Bankman-Fried merupakan lulusan MIT dan mantan trader di ETF Wall Street, ia juga meluncurkan FTX, bursa derivatif kripto, pada tahun 2019. Sebagian besar kekayaannya ada dalam bentuk ekuitas FTX dan token (FTT).

3. Chris Larsen, nilai kekayaan 2,9 miliar dollar AS (Rp 40,6 triliun)

Larsen merupakan pengusaha yang menjanmgkau hampir seluruh aset keuangan. Sempat mendirikan perusahaan pinjaman online Eloan pada tahun 1997, delaoan kemudian ia pun mendirikan perusahaan serupa, Prosper.

Lalu pada tahun 2012, bersama dengan Jed McCaleb ia mendirikan Ripple untuk memfasilitasi pembayaran internasional bagi perbankan dengan teknologi blockchain serta token yang disebut dengan XRP.

Pada Januari 2018, gelembung cryptocurrency secara singkat mendorong kekayaannya lebih dari 17 miliar dollar AS. Namun, XRP jatuh dengan sisa pasar saat gelembung pecah akhir tahun itu.

4. Michael Saylor, nilai kekayaan 2 miliar dollar AS (Rp 28 trilliun)

Saylor merupakan CEO dari perusahaan perangkat lunak MicroStrategy. Pada Desember 2020 lalu, perusahaannya mengumumkan telah menggunakan dana tunai dan meminjam 650 juta dollar AS untuk membeli 70.784 bitcoin dengan nilai 1,1 miliar dollar AS.

Saat ini, jumlah tersebut setara dengan 2,5 miliar dollar AS.

Di sisi lain, Saylor di saat yang bersamaan juga membeli bitcoin sebanyak 17.732 keping dengan nilai 175 juta dollar AS, atau saat ini setara dengan 650 juta dollar AS.

5. Changpeng Zhao, nilai kekayaan 1,9 miliar dollar AS (Rp 26,6 triliun)

Pengembang software asal China ini menjual rumahnya pada tahun 2014 lalu untuk membeli bitcoin.

Pada tahun 2019, Zhao pun meluncurkan Binance dan dalam satu tahun, perusahaannya tersebut telah menjadi salah satu platform populer untuk perdagangan bitcoin.

6. Tyler dan Cameron Winklevoss, nilai kekayaan masing-masing 1,6 miliar dollar AS (Rp 22,4 triliun)

Keduanya merupakan atlet olimpiade dayung yang terkenal lantaran menuduh Mark Zuckerberg, sesama mahasiswa di Harvard, mencuri ide untuk membentuk jejaring sosial.

Si kembar tersebut kemudian menggunakan sebagian dana yang mereka dapatkan dana dari penyelesaian hukum dengan CEO Facebook, senilai 65 juta dollar AS untuk membeli bitcoin pada tahun 2012 lalu.

Selain aset digital lain, mereka saat ini masih memiliki sekitar 70.000 koin bitcoin.

Pada tahun 2014, mereka mendirikan platform perdagangan kripto Gemini, yang memproses sekitar 200 juta dollar AS transaksi per hari.

7. Barry Silbert, nilai kekayaan 1,5 miliar dollar AS (Rp 21 triliun)

Setelah menjual platform perdagangan saham startup Second-Market ke Nasdaq pada 2015, lulusan Universitas Emory ini meluncurkan Digital Currency Group, sebuah konglomerasi dari lima perusahaan.

Sumber pendapatan utamanya berasal dari aset digital Grayscale yang mengelola sekitar 28 miliar dollar AS bitcoin, ether, dan aset lainnya.

8. Jed McCaleb, nilai kekayaan 1,4 miliar dollar AS (Rp 19,6 triliun)

McCaleb merupakan salah satu pioneer di industri mata uang kripto. Ia membantu meluncurkan sekitar tiga perusahaan kripto, yakni Mt Gox pada tahun 2010, Ripple di tahun 2012, dan Stellar pada tahun 2014.

Sebagian besar kekayaan McCaleb berasal dari sekitar 3,4 miliar XRP yang masih dipegangnya, dari 9 miliar XRP asli yang ia kantongi sebagai pendiri Ripple.

Sebelum memasuki kripto, McCaleb dikenal karena membuat layanan berbagi file eDonkey2000, yang menyelesaikan gugatan tahun 2006 dari perusahaan rekaman atas pelanggaran hak cipta sebesar 30 juta dollar AS.

9. Tim Draper, nilai kekayaan 1,1 miliar dollar AS (Rp 15,4 triliun)

Draper merupakan mitra dari pendiri perusahaan modal ventura, Draper Fisher Jurvetson yang telah melakukan ratusan investasi di perusahaan, termasuk Tesla dan Theranos.

Pada tahun 2014 lal, ia membeli 29.656 bitcoin, namun telah disita oleh US Marshals lantaran dibeli di pasar gelap dengan nilai mencapai 18,7 juta dollar AS. Kala itu, dia membeli dengan harga sekitar 632 dollar AS per koin. Saat ini, nilai bitcoin tersebut setara dengan 1,1 miliar dollar AS.

10. Matthew Roszak, nilai kekayaan 1 miliar dollar AS (Rp 14 triliun)

Roszak telah mendalami dunia aset kripti sejak lama. Dirinya bekerja di sebuah perusahaan modal ventura dan juga pengusaha, sebelum akhirnya terjun ke dunia mata uang kripto pada tahun 2012.

Kini, ia merupakan salah satu pendiri dari Bloq, sebuah start up teknologi blockchain yang berbasis di Chicago. Perusahaan tersebut bertuugas sebagai konsultan untuk membantu perbankan menyimpan aset digital secara aman

Sumber:kompas.com

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *