5 Orang Ini Tajir Ngesot Gara-gara Cuan Bitcoin

Jakarta, CNBC Indonesia – Bitcoin memang melanjutkan tren positifnya selama memasuki 2021. Terbaru nilai mata uang digital itu menyentuh harga US$48 ribu atau setara Rp671 juta pada hari Selasa (9/2/2021).

Fenomena ini jelas membuat sejumlah pihak berbahagia. Perusahaan hingga orang-orang yang berinvestasi di Bitcoin saat ini sedang menikmati buah manis hasil kepercayaan mereka akan cryptocurrency ini.

Diantara semuanya ada lima orang miliuner yang berinvestasi di mata uang digital. Dalam laporan Forbes, kekayaan tertinggi dimiliki pengusaha pemilik CoinBase, Brian Amstrong berusia 38 tahun dengan kekayaan mencapai US$6,5 miliar atau setara Rp90,8 triliun.https://8517af61c06e03d5ebac435a10577387.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html

Berikut profil lima orang kaya di industri bitcoin yang dikutip dari Forbes, Kamis (11/2/2021):

Brian Amstrong

Pada deretan teratas orang paling kaya ada nama Brian Amstrong. Pria 38 tahun itu memiliki kekayaan US$6,5 miliar atau Rp90,8 triliun.

Dia diketahui merupakan pendiri dari Coinbase yang didirikan sejak 2012 lalu. Perusahaan itu merupakan platform populer transaksi pembelian dan penjualan mata uang digital.

Nilai transaksi di perusahaan tersebut cukup fantastis, menurut laporan Forbes mencapai US$3 miliar atau Rp42,1 triliun perharinya. Amstrong sendiri diketahui memiliki kepemilikan 20% dalam Coinbase.

Sam Bankman-Fried

Di urutan berikutnya ada Sam Bankman-Fried dengan US$4,5 miliar atau Rp63,1 triliun. Dia merupakan pengusaha kripto terbesar diusianya yang belum mencapai 30 tahun.

Dengan usia 28 tahun, dia memiliki aset US$2,5 miliar lewat Alameda Research yang bergerak di bidang perdagangan kripto kuantitatif. Dia mendirikan perusahaan itu pada 2017 lalu.https://41c735598f3bb921ba8c99633d5a8d0c.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html

Selain itu pada 2019, dia meluncurkan bursa derivatif kripto bernama FTX. Sumber kekayaannya berasal dari ekuitas dan token (FTT) di dalam FTX.

Chris Larsen

Larsen dikabarkan memiliki US$2,9 miliar atau Rp40,7 triliun. Usianya memang tak lagi muda yakni 60 tahun dan dia terkenal sebagai pebisnis dan pendiri sejumlah startup di AS.

Salah satu perusahaan yang didirikan adalah Ripple pada 2012. Bersama dengan Jed McCaleb, Ripple merupakan tempat pembayaran internasional untuk bank dengan teknologi blockchain serta token bernama XRP.

Berselang enam tahun setelah pendirian Ripple, buble kripto membuat kekayaannya mencapai US17 miliar. Namun sayang XRP jatuh tahun lalu dan membuat Larsen berhadapan dengan tuntutan Securities and Exchange Commision pada Desember 2020.

Dalam tuntutannya, Ripple dituding menjual XRP kepada publik dengan penawaran Sekuritas tak terdaftar. Namun pihak perusahaan membantah tudingan tersebut.

Michael Saylor

Pria 56 tahun dilaporkan memiliki kekayaan US$2 miliar atau Rp27,9 triliun. Dia merupakan pendiri perusahaan bernama MicroStrategy yang salah satunya menyediakan layanan intelijen bisnis.

Tahun lalu menandakan Saylor mulai terjun di industri bitcoin. Desember 2020, perusahaannya mengumumkan menggunakan uang tunai serta pinjaman US$650 juta untuk membeli 70.784 Bitcoin senilai US$1,1 miliar atau saat ini setara US$2,5 miliar (Rp34,9 triliun).https://ff70736216cb7e232c3cc66562c1b124.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html

Langkah tersebut membuat saham MicroStrategy menanjak lebih dari 300%. Selain perusahaan, Saylor secara pribadi juga membeli 17,732 Bitcoin senilai 175 juta atau saat ini US$650 juta (Rp9,09 miliar).

Changpeng Zhao

Zhao dilaporkan memiliki kekayaan mencapai US$1,9 miliar atau Rp26,5 triliun. Namun jalan panjang harus dilalui sampai menjadi miliuner.

Tahun 2014, dia harus menjual rumahnya di Shanghai untuk membeli Bitcoin. Tiga tahun kemudian, Zhao mendirikan Binance yakni tempat menukar cryptocurrency.

Mulai saat itu, Zhao meluncurkan lini bisnis di bidang kripto seperti venture capital, operasional penambangan Bitcoin hingga layanan kartu kredit untuk membelanjakan kripto di Eropa.

Sumber:cnbc

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *