Perang Dunia 3 Diprediksi Pecah Tahun 2021, Ini 6 Negara yang Diklaim Jadi Pemicu Pertikaian

PR PANGANDARAN – Ketakutan dunia akan Perang Dunia 3 muncul sejak awal tahun 2020 setelah kematian Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) pada Januari 2020.

Namun, adanya pandemi Covid-19 dan protes terkait kudeta militer di Myanmar telah menambahkan kekhawatiran Perang Dunia 3 pecah.

Jika Perang Dunia 3 pecah, ada beberapa negara  yang diprediksi jadi pemicunya. Dikutip dari Express, berikut 6 negara yang bisa jadi pemicu pertikaian hingga Perang Dunia 3 pecah di 2021, yaitu:

1. AS-Iran

Penyerangan yang dilakukan terhadap Jenderal Soleimani diklaim oleh AS sebagai tindakan untuk membuat dunia lebih aman.

“Atas arahan Presiden, militer AS telah mengambil tindakan defensif yang tegas untuk melindungi personel AS di luar negeri dengan membunuh Qassem Soleimani,” ucap Pentagon saat Donald Trump masih jadi Presiden AS.

Namun, atas serangan tersebut Iran telah bersumpah untuk balas dendam yang lebih kejam dan akan ‘mengubah siang menjadi malam’.

Pembunuhan terhadap Qassem Soleimani tersebut oleh banyak orang diartikan sebagai deklarasi perang.

2. Iran-Israel

Ketegangan antara Iran dan Israel telah menimbulkan perang kecil yang terus terjadi di Timur Tengah.

Iran mendukung kelompok anti-Israel di Gaza, Suriah dan Lebanon, sementara Israel sering menyerang pasukan Iran di seluruh wilayah.

3. AS-Turki

Ketegangan antara AS dan Turki meningkat selama setahun terakhir yang bermula dari AS yang memberikan otorisasi kepada Turki untuk menyelesaikan permasalahan di perbatasan Suriah dari Kurdi.

Namun, segera setelah itu AS mengancam Ankara dengan sanksi yang menyebabkan ketegangan meningkat.

Selain itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia memiliki saran untuk Turki yang bisa melibatkan senjata nuklir yang membuat hubungan AS-Turki memburuk dan menyebabkan ketakutan akan timbulnya perang.

4. Kashmir

Dalam 10 tahun terakhir, hubungan antara India dan Pakistan memburuk dan membawa kedua negara itu ke arah perang.

Sejak pemisahan British India pada tahun 1947, kedua negara itu telah terlibat dalam sejumlah perang, konflik, dan pertikaian militer.

Pada 2019, Perdana Menteri Narendra Modi berusaha mendapatkan otonomi Kashmir dan mengubah kebijakan kewarganegaraan di seluruh India.

Tindakannya tersebut telah menyebabkan keresahan di India dan menimbulkan ketegangan berkepanjangan antara Delhi dan Islamabad.

Selain itu, gangguan domestik berkelanjutan di India dan Pakistan dapat menyebabkan Perang Dunia 3.

5. AS-Korea Utara

Ketegangan antara AS dan Korea Utara meningkat sejak 2017, Donald Trump sebelumnya dilaporkan menawarkan kesepakatan dengan Korea Utara tapi ditolak oleh Kim Jong-un.

Pada akhir tahun 2020, Korea Utara membuat khawatir warga AS dengan akan memberikan ‘hadiah natal’ berupa uji coba rudal nuklir atau balistik dan kemungkinan membuat AS turun tangan.

6. AS-Tiongkok

Hubungan AS-Tiongkok sangat buruk dalam beberapa tahun terakhir karena terlibat dalam sejumlah persaingan.

Saat ini, dua negara yang memiliki ekonomi terbesar di dunia itu terlibat persaingan perdagangan yang sengit.

Ketegangan yang muncul tersebut telah menyebabkan AS dan Tiongkok memberlakukan tarif tinggi pada barang satu sama lain.

Donald Trump sejak dulu menuduh Tiongkok melakukan praktik perdagangan yang tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual, sementara Tiongkok menganggap jika AS sedang berusaha untuk mengekang kebangkitannya sebagai kekuatan ekonomi global.***

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *